Kamis, 04 Juli 2013

Penerapan Ilmu Manajemen Dalam Bisnis


  Unsur keputusan yang cepat dan cerdas dalam inovasi manajemen sering berperan membantu perusahaan mengembangkan keunggulan yang bertahan lama. Tampaknya  tak ada faktor yang mencerminkan instrumen yang sama dalam menjamin keberhasilan persaingan jangka panjang. Artinya setiap perusahaan memiliki inovasi manajemen dengan teknik dan keunggulannya masing-masing. Hal ini sangat berkait dengan kemampuan analisis keputusan yang di dalam ilmu manajemen disebut sebagai manajemen operasi.

  Suatu inovasi manajemen cenderung menghasilkan keunggulan kompetitif ketika satu atau lebih dari tiga syarat dipenuhi. Yang pertama adalah inovasi didasarkan pada prinsip manajemen baru dengan meninggalkan sisi-sisi yang orthodox; kedua bahwa inovasi merupakan suatu proses yang sistemik dari suatu proses dan metode yang digunakan; dan ketiga, inovasi merupakan bagian dari suatu program invensi jangka panjang yang tak pernah berhenti. Kemudian peran karyawan (sumberdaya manusia) sebagai inovator sekaligus agen pembaharu menjadi sangat penting dalam menciptakan keunggulan. Dalam hal ini  peranan budaya kerja dan budaya inovasi sangat strategis.  Peran ilmu manajemen sumberdaya manusia, perilaku oganisasi, dan budaya organisasi tampaknya sangat efektif ketika perusahaan akan mengembangkan inovasi manajemennya.

  Dalam konteks pengembangan bisnis, diperlukan pembentukan paradigma kolektif. Semua satu bahasa, satu langkah, dan satu tujuan. Paradigma kerja ditampilkan ke permukaan dan diterjemahkan oleh semua pelaku bisnis dalam perusahaan. Dengan paradigma dapat dicegah terjadinya kerugian-kerugian perusahaan melalui pendekatan kerja yang efisien. Pola kerja yang  sinergis antarunit di perusahaan dibentuk lewat sistem koordinasi yang efektif. Karena itulah sebaiknya pihak manajemen memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menerapkan praktek-praktek ilmu organisasi pembelajaran dan manajemen pengetahuan.

   Perusahaan seharusnya merumuskan standar yang fleksibel dan bervariasi dalam hal pendekatan perubahan dan pemberian penghargaan kepada karyawan yang inovatif. Selain itu perusahaan harus juga mendengarkan kritik para pelanggan untuk bahan penyusunan perubahan yang dikehendaki para pelanggan. Umumnya suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan tinggi, dengan kemampuan perubahan yang besar akan sangat mungkin memuaskan, bertahan dan memberi daya tarik kepada  para pelanggan. Disinilah pengetahuan pihak manajemen yang menyangkut manajemen pemasaran dan perilaku konsumen sangatlah penting.

  Sementara itu bisnis secara berkeberlanjutan  merefleksikan terjadinya saling kebergantungan dengan beragam aspek unsur manusia. Pertumbuhan ekonomi adalah penting bagi kemanfaatan individu dan masyarakat keseluruhan. Namun jangan melupakan nilai-nilai kemanusiaan seperti kehidupan keluarga, perkembangan intelektual, moral, dan pengembangan spirit. Mengapa? Karena  bisnis yang berdimensi berkelanjutan mengandung arti bahwa pada setiap upaya mencapai tujuannya baru akan berhasil jika ada pelanggan atau konsumen yang aktif. Dengan demikian agar bisnis bisa hidup berkembang maka ia harus berorientasi pula pada kepentingan aspirasi ekonomi dan non-ekonomi masyarakat atau kepedulian kepada aspek  sosial dan lingkungan. Lebih jauh dikenal dengan istilah tanggung jawab sosial korporat. Tidak ayal lagi untuk itu kemampuam manajemen yang dibutuhkan bukan saja dalam dimensi ketrampilan manajerial tetapi juga yang menyangkut penguasaan ilmu humaniora dan politik.

TUGAS 4

*Add the question tag at the end of the following
sentences
1. They want to come, won’t they?
2. They won’t be here, will they?
3. He has learned a lot in the last couple of years,
hasn’t he?
4. She has not in car, has she?
5. Joan can’t come with us, can he?
6. Those aren’t your books, are they?
7. Everyone can learn how to play the violin, didn’t
they?
8. Something is wrong with you today, isn’t it?
9. Nothing is wrong, is it?
10. She went to the campus yesterday, didn’t she?
11. You had a good time last week, hadn’t you?
12. You should leave for the airport by six, don’t you?
13. She doesn’t have cats, does she?
14. Nobody has told you the secret, did they?
15. I am right, aren’t I?
16. Let’s study English, shall we?
17. He is never late to class, is he?
18. Your parents haven’t arrived yet, are they?
19. Class ends at 11.00, isn’t it?
20. Mala sat next to Ria last meeting, aren’t they?

Rabu, 03 Juli 2013

Perencanaan dan Tingkat Manajemen


Manajemen adalah puncak dari suatu organisasi, mempunyai tanggung jawab utama untuk melihat apakah perencanaan sudah dilaksanakan atau tidak. Walaupun semua tingkat manajemen terlibat dalam proses perencanaan, manajemen tingkat atas biasanya menggunakan waktu perencanaan yang lebih banyak dibandingkan manajemen tingkat bawah. Manajemen tingkat bawah biasanya lebih terlibat dengan kegiatan operesional dan organisasi, dan karenanya mempunyai waktu lebih sedikit dalam proses perencanaan dibanding dengan manajemen tingkat atas. Manajemen menengah biasanya menggunakan waktu lebih sedikit dibanding manajemen tingkat atas.


A.   Langkah-Langkah Dalam Proses Perencanaan


Proses perencanaan mengandung enam langkah, yaitu :


Ø   Menyatakan Tujuan Organisasi

   Suatu pernyataan tujuan yang jelas perlu, bagi dimulainya suatu perencanaan, karena perencanaan dipusatkan pada bagaimana sistem manajemen akan mencapai tujuan tersebut.


Ø   Memilih Berbagai Cara Alternatif Untuk Mencapai Tujuan

   Tujuan organisasional dinyatakan dengan jelas, wirausahawan hendaknya memuat sebanyak mungkin alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan tsb.


Ø   Mengembangkan Premis Yang Menjadi Dasar Alternatif

   Kelayakan penggunaan setiap alternatif untuk mencapai tujuan organisasional ditentukan dengan premis atau asumsi atsa mana alternatif tersebut didasarkan.


Ø   Memilih Alternatif Terbaik Untuk Mencapai Tujuan

   Suatu evaluasi alternative harus memasukkan evaluasi premis atas mana alternative tersebut didasarkan.


Ø   Pengembangan Rencana Berdasarkan Alternatif Yang Dipilih

   Sesudah alternative dipilih, wirausahawan sesungguhnya mulai mengembangkan rencana-rencananya.


Ø   Memfungsikan Rencana-Rencana ke dalam Tindakan-tindakan

   Sekali rencana telah dikembangkan, rencana tersebut siap difungsikan ke dalam tindakan-tindakan.

CONFLICT MANAGEMENT


In organizations, conflict is a natural thing. Regarded as a symptom of conflict or natural phenomena and negative consequences, but the conflict is now considered a natural phenomenon which can be positive or negative depending on how they manage it. As for the causes of the conflict:

1. Posed by superiors, especially because his leadership style.

2. Personnel who maintain the rules rigidly.

3. Differences in the nature and brush on everyone.

The negative impact of the conflict in management

1. Inhibit communication.

2. Damaging a peer relationship.

3. Undermine teamwork or group.

4. Employees work system damage.

The positive impact of the conflict management

1. Increased order and discipline in the use of working time.

2. work to increase both quantity and quality.

MANAJEMEN PEMASARAN


                   1. Definisi

- Pengertian manajemen


Manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya lainnya.



- Pengertian pemasaran


Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menetukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan prosuksi dan konsumsi.



Jadi, definsii dari manajemen pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.



2. Unsur-unsur manajemen pemasaran


1. Orientasi pada konsumen


Didalam konsep pemasaran sebagai bagian dari manajemen pemasaran merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas utama saat menghasilkan sebuah produk bisnis, Pada hakikatnya usaha bisnis yang dilakukan merupakan upaya pemenuhan terhadap kebutuhan konsumen. Konsumen adalah orientasi utama yang harus dipertimbangkan dalam segala macam bentuk strategi bisnis. Demikian pula terhadap proses marketing, maka mengedepankan pihak konsumen merupakan strategi bagian dari konsep pemasaran yang harus selalu doperhatikan. Konsumen adalah raja dan pihak perusahaan adalah pelayan yang melayani kebutuhan sang raja dengan berbagai tawaran yang menarik baik dalam hal produk yang dihasilkan maupun pada upaya kegiatan pemasaran.



2. Penyusunan kegiatan-kegiatan pemasran secara integral atau menyeluruh.


Manajemen pemasaran melalui konsep pemasaran sebagai bagian dari falsafah bisnis yang dijalankan menghendaki adanya pengaturan secara dinamis berbagai bentuk penyusunan kegiatan pemasaran secara lebih menyeluruh. Segala bentuk kebutuhan dalam bidang pemasaran, upaya strategi, pelaksanaa, penganalisaan, pengawasan dan sebagainya yang menyangkut dengan kegiatan pemasaran perlu dilakukan secara tersusun, diatur secara detail dan jelas sehingga akan mempermudah proses pelaksanaan dan pengawasan. Manajemen pemasaran perlu dilakukan secara tersusun, diatur secara detail dan jelas sehingga akan mempermudah proses pelaksanaan dan pengawasan. Manajemen pemasaran menghendaki sebuah upaya yang sistematis yang jelas sehingga bisa dilakukan analisa dan pengawasan terhadap yang didapatkan. Evaluasi terhadap sebuah manajemen terhadap hasil yang didapatkan.



3. Kepuasan konsumen


Kepuasan konsumen juga merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan konsep pemasaran. Manajemen pemasaran yang baik menghendaki adanya hasil kepuasan konsumen yang maksimal sebagai akibat dari proses marketing yang berjalan baik. Kepuasan konsumen tidak hanya diukur dari bagaimana cara dan strategi pemasaran itu dijalankan.



3. Konsep-konsep Pemasaran


Pemasaran dapat lebih mudah dipahami dengan mengerti beberapa elemen inti dari pemasaran. Secara konseptual, pemasaran pemasaran sebuah falsafah bisnis yang menyadari pentingnya keterlibatan seluruh elemen organisasi dalam proses pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen sekaligus memenuhi tujuan - tujuan organisasi.


Langkah-langkah yang perlu diorganisasikan untuk mengaplikasikan konsepsi pemasaran:


1. Menggali informasi mengenai pasara, potensial maupun aktual. Sudah tersediakah barang/jasa yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar? Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kemampusan produknya untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen?


2.  Merancang dan mengambangkan program pemasaran



    Menyediakan produk yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen

    Menetapkan harga produk yang dapat diterima oleh pasar

    Mengkomunikasikan produk kepada konsumen untuk memposisikan produk dipikiran konsumen

    Memberikan jaminan bahwa konsumen dapat memperoleh produk disaat yang tepat dan ditempat yang tepat pula.



3. Mengevaluasi melalui proses penggalian informasi mengenai erektivitas program-program perusahaan.

Aktivitas-aktivitas pemasaran seharusnya dilaksanakan dengan mempertimbvangkan efisiensi, efektivitas dan tanggung jawab sosial pemasaran. Didalam khasanah pemasaran terdapat lima konsep yang mendasari aktivitas pemasaran perusahaan:



     konsep produksi                                                      

     konsep produk                                         

     konsep penjualan                                        

     konsep pemasaran                                            

     konsep pemasaran sosial 



4. Mengembangkan strategi pemasaran


Strategi pemasarn (marketing strategy) adalah sebuah rencana yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumebr dayanya untuk mencapai tujuan pemasaran dan perusahaan.


Isu strategi pemasaran adalah:



    Seleksi dan Evaluasi pasar sasaran



Pasar sasaran adalah kelompok orang yang dijadikan sasaran dari semua usaha pemasaran perusahaan. Dalam penentuan pasar sasaran perusahaan perlu mepertimbangkan pengaruh pasar sasaran terhadap tingkat penjualan perusahaan, biaya dan laba.

      
Merancang dan menyusun bauran pemasaran (Marketing Mix)

Marketing mix adalah sekumpulan alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran pada pasar sasaran E. Jerome McCarthy menamai alat alat pemasaran itu "the four Ps of Marketing". 4P yang dimaksudkan adalah Product (Produk), Price (Harga), Promotion (Promosi) dan Place (Tempat).

FUNGSI - FUNGSI MENURUT PARA AHLI


Fungsi – fungsi manajemen menurut para ahli :

1.      Don Hellriegel dan John W. Slocum, Jr (1992)

         Planning, Organizing, Leading, Controlling (POLC)

2.      Lyndall F. Urwick (1974)

         Forecasting, Planning, Organizing, Coordinating, Command, Control   (FPOCCC)

3.      Harold Koontz dan Heinz Weihrich (1993)

         Planning, Organizing, Staffing, Leading, Controlling (POSLC)

  Berikut adalah penjelasan dari fungsi-fungsi manajemen menurut Harold Koontz dan Heinz Weihrich:


1)      Planning


Penetapan sejumlah pekerjaan yang akan dilaksanakan kemudian. Perencanaan merupakan aktivitas untuk memilih dan menghubungkan fakta serta aktivitas membuat rencana mengenai kegiatan-kegitan apa yang akan dilakukan di masa depan. Maka seorang manajer dituntut untuk dapat membuat rencana terlebih dahulu tentang kegiatan yang akan dilakukan. Proses perencanaan sangat penting dilaksanakan sebagai pedoman atau pegangan dalam pengerjaan aktivitas selanjutnya. Adapun beberapa aktivitas perencanaan adalah peramalan, pengembangan tujuan-tujuan, pengembangan strategi-strategi, pemrograman, penjadwalan, penganggaran, pengembangan kebijakan-kebijakan, dan pengembangan prosedur-prosedur.


2)     Organizing


Pengorganisasian adalah usaha yang dilakukan untuk menciptakan hubungan kerja antar personal dalam organisasi dengan cara mengelompokan orang-orang beserta penetapan tugas-tugas, fungsi-fungsi, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing agar tercapainya tujuan bersama melalui aktivitas-aktivitas yang berdaya dan berhasil guna karena dilakukan secara efektif dan efisien.


3)      Staffing

Penyusunan kepegawaian pada suatu organisasi dari awal masa penerimaan, seleksi, orientasi, pelatihan dan pengembangan karir hingga menggerakan pegawai agar setiap tenaga kerja yang ada memberikan dan melaksanakan suatu kegiatan yang menguntungkan organisasi.


4)      Leading

Kegitan yang berhubungan dengan pemberian perintah dan saran agar para bawahan dapat mengerjakan tugas yang dikehendaki manajer. Kegiatannya meliputi mengambil keputusan, mengadakan komunikasi antara manajer dan bawahan agar ada rasa saling pengertian, memberikan semangat, motivasi  ataupun dorongan kepada bawahan dalam melaksanakan tugasnya, memilih orang-oramg yang mempunyai kemampuan untuk bergabung dalam kelompoknya, dan memperbaiki pengetahuan serta sikap bawahan agar terampil dalam mengerjakan pekerjaan.


5)      Controlling

Melalui aktivitas pengendalian, manajer harus mengevaluasi dan menilai pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan bawahannya untuk mengetahui apakah pekerjaan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau tidak. Pengendalian tidaklah bermaksud untuk mencari kesalahan bawahan. Namun pengendalian dilakukan bertujuan untuk mencari penyimpangan yang terjadi sehingga dapat dilakukan perbaikan kea rah yang lebih baik.

Minggu, 09 Juni 2013

TUGAS 3

    1. Dinda said, “I don’t want to go.”
    2. Bayu said, “Meet me after class.”
    3. “Are you sad,” Said Lila.
    4. “Rizky, “ said yuli” is my best friend.”
    5. “ What do you want?” said yudha.
    6. “ Is what I explained clear?” said Mr. D.
    7. “ Have you ever met your idol?” said Inna.
  1. She said she didn’t want to go.
    1. He told me to meet him after class.
    2. Lila asked me if I was sad.
    3. Yuli said that risky was her bestfriend.
    4. He asked me if I wanted.
    5. Mr. D asked me if what he had explained was clear or not.
    6. Inna asked me if I had met my idol.

  1. Answer the question beginning with “he asked me”
    1. What time is it?
    2. Have you read any good books lately?
    3. Did you finish your assignment?
    4. May I borrow your English grammar book?
    5. Is what you want to talk to me about important?
    6. Is what you said really true?
    7. Where should I meet you after class?
    8. Who do you think will win the champions league?

    1. He asked me what time was it
    2. He asked me if I had read any good books lately.
    3. He asked me if I finished my assignment or not.
    4. He asked me if he wanted to borrow my English grammar book.
    5. He asked me if what I wanted to talk to him about important.
    6. He asked me if what I said really true.
    7. He asked me where should meet me after class.
    8. He asked me who would win the champions league.